Batu Bara, 25 Juni 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam pemenuhan hak pendidikan serta peningkatan keterampilan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku menerima kunjungan kerja dari Bunda PAUD beserta Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Batu Bara pada hari Kamis (25/06/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) Program Kerja Bunda PAUD Kabupaten Batu Bara Tahun 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB bertempat di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, dengan agenda utama penyerahan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik (Rapor) Tahun Pelajaran 2025/2026. Fasilitas pendidikan nonformal ini diperuntukkan bagi WBP yang putus sekolah melalui program kegiatan belajar mengajar PKBM Amanah Al-Washliyah Indrapura.
Rombongan Bunda PAUD Kabupaten Batu Bara yang dipimpin langsung oleh Istri Bupati Batu Bara, Ny. Henny Heridawaty, disambut hangat oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, beserta jajaran pejabat struktural dan petugas Lapas. Pihak Lapas memberikan apresiasi tinggi atas perhatian dan sinergi pemerintah daerah dalam mendukung program pembinaan kepribadian di bidang pendidikan formal-nonformal serta kemandirian di dalam Lapas.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 18 orang WBP menerima Laporan Hasil Belajar (Rapor) dengan rincian: 1 orang penerima program Kejar Paket A, 4 orang penerima Kejar Paket B, dan 13 orang penerima Kejar Paket C. Penyerahan rapor ini menjadi bukti nyata bahwa dinding pembatas Lapas tidak menjadi penghalang bagi warga binaan untuk terus mengenyam pendidikan demi masa depan yang lebih baik.
Tak hanya fokus pada sektor pendidikan, Ny. Henny Heridawaty juga menyerahkan secara simbolis bantuan berupa 2 unit Alat Tenun kepada Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku. Bantuan sarana kerja ini diberikan untuk mendukung program pembinaan kemandirian produk lokal, mengasah keterampilan (skill) para WBP, sekaligus melestarikan warisan budaya kain tenun khas daerah selama mereka menjalani masa pemulihan.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui program kolaborasi ini, diharapkan para WBP yang telah menyelesaikan masa pembelajarannya memiliki bekal ijazah serta keahlian produktif yang bermanfaat untuk berintegrasi kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana mereka.
“Kami berharap dengan pendidikan dan keterampilan yang diperoleh, para WBP dapat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk membangun kehidupan baru setelah keluar dari lapas. Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pemasyarakatan ini sangat penting untuk mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi mereka,” ujar Kalapas Hamdi Hasibuan dalam sambutannya.
Sumber : Kegiatan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dan Bunda PAUD Kabupaten Batu Bara




























